Selasa, 13 Oktober 2009

Kenangan di Negeri Singa












Beberapa waktu lalu, kami guru-guru SDN Menteng 03 mempunyai kesempatan untuk menikmati keindahan dan kemajuan negeri kaya raya yang ada di sebelah utara negara kita ini. Banyak kenangan yang sulit untuk dilupakan.






Perjalanan kami awali dengan menumpang Air Asia dari Bandara Sokarno-Hatta menuju Bandara Hang Nadim di Pulau Batam. Ini adalah pengalaman pertama saya untuk terbang di angkasa, satu pengalaman yang amat berkesan, yang mungkin tidak akan terpikirkan jika naik pesawat dengan uang dari kocek sendiri. Dari angkasa kami sempat mengamati betapa indahnya bumi nusantara di lihat dari angkasa. Banyak perahu nelayan tampak membelah lautan mencari ikan. kapal-kapal besar menelusuri samudera nan biru.






Keindahan mulai pudar ketika kami melihat beberapa pulau di kawasan kepulauan Riau, mulai tampak gersang hanya hamparan tanah luas tanpa tetumbuhan hijau yang menyelimutinya. Saya baru mengerti bahwa apa yang ditulis di media massa memang benar adanya. Bahwa ada segelintir manusia Indonesia yang memanfaatkan kekuasaan untuk memnuhi kepentingan pribadi dengan menggunakan aji mumpung. Mumpung berkuasa, mumpung ada kesempatan maka dikeruklah kekayaan tanah air ini dengan rakusnya tanpa memperhatikan lingkungan.






Pesawat mendarat di Hang Nadim pada pukul 14.25 atau 105 menit setelah landing di Bandara Soekarno Hatta. Di sini kami makan siang sambil menikmati keindahan kota Batam. Kami juga sempat mengunjugi beberapa tempat belanja yang cukup terkenal terutama di kawasan Nagoya, Batam Center






pada pukul 17.30 rombongan kami menuju Pelabuhan Batam untuk menyeberang ke Singapura. Pada pukul 18.30 kapal ferry yang kami tumpangi merapat di Harbour Front. Setelah melalui pemeriksaan yang lebih ketat dibandingkan di Batam maupun Bandara Soekarno Hatta, kami sudah dijemput oleh sebuah bus wisata lengkap dengan guide.















Tempat yang kami kunjungi pertama adalah sebuah rumah makan, yaitu rumah makan Kediri. Makanan yang disediakan disini sama dengan apa yang biasa kita temukan di Indonesia, mulai dari nasi rawon sampai gule dan satenya.










Selesai santap malam kami meluncur ke hotel Metropolitan YMCA di Stevens Road. Saya mendapatkan sebuah kamar dengan nomor 314 yang ada di lantai 3.










Selesai mandi saya bersama tiga orang teman pergi berjalan-jalan disekitar hotel (takut nyasar). Suasana hujan membuat gerak kami tidak leluasa. Tidak jauh dari hotel ada carrefour yang berlokasi di 3 Temasek Boulevard,. Dengan sedikit berbasah-basahan kami berlari-lari menuju kesana. Setelah mendapatkan beberapa barang yang harganya lebih mahal di bandingkan di Indonesia (sama-sama Carrefour) kamipun kembali ke hotel untuk beristirahat.






Keesokan harinya, setelah kami sarapan kami menuju ke Patung Merlion dan Esplanade. Ini adalah tempat yang harus dikunjungi kalau ke Singapura. Ini adalah simbol negara Singapura. Setiap wisatawan yang datang ke Singapura pasti berlomba-lomba untuk foto disini. Di tempat ini ada banyak objek bagus untuk difoto sebagai kenang-kenangan. Kalau ngga kesini dan foto disini sama aja ga ke Singapore.




Sejarah Merlion


Merlion pertama kali dirancang sebagai lambang Singapore Tourist Promotion Board (STPB) di tahun 1964 – dan sang kepala singa dengan badan ikan di atas puncak ombak ini segera menjadi ikon Singapura bagi dunia.
Dirancang oleh Mr. Fraser Brunner, anggota panitia suvenir dan kurator di Van Kleef Aquarium, kepala singanya melambangkan singa yang terlihat oleh Pangeran Sang Nila Utama saat ia menemukan kembali Singapura di tahun 11 M, seperti yang tercantum dalam “Sejarah Melayu”. Ekor ikan sang Merlion melambangkan kota kuno Temasek (berarti “laut” dalam bahasa Jawa), nama Singapura sebelum sang Pangeran menamakannya “Singapura” (berarti “Kota Singa” dalam bahasa Sansekerta) dan juga melambangkan awal Singapura yang sederhana, yaitu sebagai perkampungan nelayan.

Image Source www.visitsingapore.com


Image Source www.visitsingapore.com
Berukuran tinggi 8,6 meter dan berbobot 70 ton, patung Merlion ini dibangun dari campuran semen oleh seniman Singapura, almarhum Mr. Lim Nang Seng. Patung Merlion kedua yang lebih kecil, berukuran tinggi dua meter dan berbobot tiga ton, juga dibangun oleh Mr. Lim. Bagian badannya terbuat dari campuran semen, kulitnya dari pelat porselen dan matanya dari cangkir teh kecil berwarna merah.

Rumahnya yang pertama Merlion dan anaknya, “Cub”, awalnya terletak di muka Singapore River, tepat di seberang Elizabeth Walk, hanya 120 meter dari lokasinya yang sekarang. Area yang juga disebut sebagai Merlion Park ini segera menjadi tempat atraksi wisata yang populer, dan menjadi salah satu tempat-tempat terkenal di kota-kota besar dunia. Perdana Menteri Singapura pada waktu itu, Mr. Lee Kuan Yew, meresmikan upacara pemasangan Merlion ini pada tanggal 15 September 1972. Sebuah prasasti perunggu mengabadikan peristiwa bahagia tersebut dengan tulisan, “Merlion ini didirikan sebagai lambang untuk menyambut semua pengunjung ke Singapura.”

Saat ini, Merlion menarik lebih dari satu juta pengunjung setahun, yang datang ke Merlion Park untuk mengambil foto ikon terkenal dunia ini di rumahnya yang baru, di samping One Fullerton.

Image Source www.visitsingapore.com
Lokasi Patung Merlion Rumah Merlion yang baru terletak bersebelahan dengan One Fullerton, sebuah taman seluas 2.500 meter persegi yang baru saja dibangun. Di One Fullerton, terdapat aneka restoran, lounge, dan klub dansa di tepi sungai.
Area ini juga memiliki sebuah tanjung dengan teras tempat duduk dan sebuah dek untuk menonton yang sanggup menahan sampai 300 orang, serta sebuah tempat pendaratan kapal sehingga pengunjung dapat turun dari taksi kapal. Dek ini memberi panorama sang Merlion yang terbaik bagi para fotografer, dengan latar belakang cakrawala kota dan Marina Bay yang indah, termasuk gedung-gedung landmark seperti The Fullerton Singapore dan Esplanade - Theatres on the Bay.

Image Source www.visitsingapore.com

Merlion Cub terletak 28 meter di belakang sang Merlion. Dipasang pula sebuah sistem pompa untuk Merlion dan anak Merlion, sehingga dapat menyemburkan air sepanjang hari dan malam.
Cara ke Sana Anda dapat berjalan di tepi sungai Singapura dari Raffles Place MRT Station, ambil Exit H lalu ikuti petunjuk arah pada peta di bawah ini. Jalur merah sedikit memutar akan tetapi ada banyak pemandangan yang luar biasa disepanjang perjalanan menuju Merlion Park, untuk jalur biru adalah jalur cepat (shortcut) untuk bisa mencapai Merlion Park dengan cepat. Klik di sini Singapura MRT map untuk melihat peta rute MRT.




Selanjutnya





Seteleh berfoto ria kamipun melanjutkan perjalanan sesuai program dari guide, yaitu ke Orchad Road. Inilah surga bagi para shopaholic (penggila shopping). Disepanjang jalan Orchard Road ini berdiri mall-mall megah. Segala merk fashion internasional dijual disini. Katanya sih semua barang merk yang ngetop disini pasti lebih murah daripada di Indonesia. Maka dari itu artis dan orang kaya Indonesia banyak sekali yang belanja disini. Jadi jangan aneh kalau lagi jalan disepanjang jalan Orchard ini anda akan sering bertemu dengan orang-orang Indonesia.






Kalau Jakarta punya Mangga Dua, Singapore punya saingannya yaitu Bugis Street. Disini ada banyak menjual barang-barang dengan harga murah, seperti halnya di Mangga Dua. Akan tetapi jangan bayangkan Bugis Street ini bentuknya seperti Mangga Dua, Bugis Street sebenarnya nama jalan, tapi sekarang udah berubah menjadi tempat shopping jalanan terbesar di Singapura. Jadi kalau mau shopping disini siap-siap aja berpanas-panas ria karena tidak ada AC.






Seluruh dunia di setiap kota besarnya pasti ada chinatown, begitu juga dengan Singapore. Disini ada banyak toko-toko yang menjual souvenir-souvenir yang memiliki hubungan dengan budaya Cina, yang pasti tidak ketinggalan souvenir khas Singapura. Selain toko-toko souvenir ada juga restaurant chinese, pub, kelenteng, kuil hindu dan juga hotel-hotel murah. Salah satu yang terkenal adalah tempat jajan atau makannya, dimana satu jalan khusus ditutup untuk dijadikan tempat makanan, sebutannya ChinaTown Food Street.




Kampung Bugis




Mendengar nama Bugis Junction, seketika otak kita langsung berkelana mempertanyakan, ada hubungan apa antara tempat ini dengan bangsa Bugis yang merupakan satu di antara nama suku di Indonesia. Apakah dahulunya tempat ini menjadi tujuan para pengembara dari bangsa Bugis di pulau Singapura?
Jauh sebelum tahun 50-an, daerah ini memang menjadi tujuan para pelaut Bugis yang berdagang dengan para penduduk Singapura. Kampung Bugis atau yang disebut Bugis Village demikian tempat ini dijuluki, di antara kurun waktu tahun 50-an hingga 80-an bahkan sempat menjadi tempat hiburan malam yang berciri khas adanya keberadaan waria.
Namun siapa menyangka, kini kawasan ini telah berubah menjadi kawasan tempat tinggal di tengah kepungan gedung-gedung pencakar langit. Kini yang ada adalah kesan canggih dengan deretan ruko dan kompleks pertokoan yang telah direnovasi.
Bukan berarti semua bangunan di kawasan ini kemudian disingkirkan berganti gedung-gedung pencakar langit. Justru dengan tetap mempertahankan beberapa bentuk bangunan yang ada, kawasan ini menjadi daya tarik tersendiri bagi para wisatawan.
Jika kita melangkahkan kaki menyeberangi Bugis Junction, gedung-gedung lama ini masih nampak berdiri dalam beberapa ruas jalan yang menyerupai gang. Namun meski letaknya berdempetan, jangan bayangkan kesan kumuh. Yang ada, justru kita bisa menyantap dan bersantai di beberapa kopitiam atau kedai kopi yang ada di area tersebut.
Untuk Anda yang ingin mengunjungi kawasan ini, bisa menempuh tempat ini dengan menggunakan MRT dan turun di Stasiun Bugis (EW12).

Aneka Souvenir sampai Sex Store
Singapura ternyata masih menyisakan sebuah bentuk pasar yang jika di Batam, seperti pasar tradisional atau bahkan pasar malam. Letaknya di seberang Parco Bugis Junction. Begitu memasuki area ini, berbagai barang langsung menggoda mata kita untuk meliriknya.
Mulai dari santapan buah-buahan segar yang dijus maupun yang masih tersaji utuh, bisa didapatkan di bagian ujung masuk dan keluar dari pasar ini. Makin masuk ke dalam, giliran berbagai souvenir menggoda kocek kantong kita.
Jika Anda yang ingin membelikan barang-barang souvenir bagi sanak saudara atau teman, tinggal pilih saja. Ada aneka bentuk giok yang dibuat menjadi berbagai macam perhiasan atau pajangan.
Ingin mencari souvenir khas Singapura lainnya, bisa juga melirik gantungan kunci, zippo, atau jam tangan yang dicetak dengan bentuk Merlion, patung singa bertubuh ikan khas Singapura. Aneka tas atau baju berbagai model juga bisa didapatkan di tempat ini. Uniknya, bahkan ada sebuah Sex Store yang buka di tempat ini.

Mall Berkaca Pertama Di Singapura
Satu lagi tempat belanja yang bisa dituju adalah Parco Bugis Junction. Uniknya, tempat ini merupakan tempat belanja ber AC dengan penutup kaca pertama di Singapura. Jadi meski di bawah siraman panas matahari, pengunjung yang berjalan-jalan di Parco Bugis Junction masih tetap merasakan keteduhan dan kesejukan.
Di pusat perbelanjaan ini, para pengunjung bisa mengunjungi berbagai toko yang menjual segala macam barang elektronik sampai pakaian, hingga pernak pernik aksesoris. Apalagi untuk mereka yang menyukai aneka pakaian berlabel khusus, Parco Bugis Junction tempatnya. Misalnya bagi para pengoleksi aneka produk bertemakan Astro Boy sampai Superman, bisa melengkapi koleksinya di tempat ini.
Sebagai tempat hiburan, Parco Bugis Junction juga memiliki bioskop cineplex. Sedangkan untuk anak-anak, bisa diajak untuk bermain dengan air di water boom. Air mancur yang keluar secara tiba-tiba dari bawah ini sangat disukai oleh kebanyakan anak-anak karena mereka bsa bermain dan menebak air dari celah mana yang akan keluar.

Krishna dan Kwan Im Bertetangga
Jika ingin berjalan sedikit dari pasar Bugis Junction, Anda bisa menemukan dua tempat peribadatan agama yang berbeda, Krishnan Temple dan Kwan Im Thong Hood Cho Temple. Letaknya berdekatan dan hanya terpisah beberapa meter saja. Di sekitarnya, berjajar beberapa toko yang menjual alat-alat ibadah Buddha serta souvenir untuk wisatawan.
Terutama di dekat Kwan Im Thong Hood Cho Temple, Anda bisa menemukan berbagai penjual bunga mulai dari crysant sampai teratai yang rata-rata dijual satu dolar Singapura per batangnya. Para penjual ini akan makin banyak ditemui jika tiba waktunya sembahyang cu it dan cap goh atau awal dan pertengahan bulan kalender Tionghoa. Karena, bunga-bunga ini biasanya digunakan oleh para pengunjung yang datang untuk bersembahyang.
Di kala sore hari, area di sekitar kuil ini juga menjadi tempat untuk bersantai dari orang muda sampai yang tua. Khususnya bagi para lansia, tempat ini juga menjadi tempat untuk memanjakan diri dengan hiburan berciri khas budaya mandarin. Para pengunjung bisa memesan lagu apa saja kepada para pemusik jalanan yang juga kebanyakan para lanjut usia ini.
Satu lagi sudut yang paling banyak dikunjungi oleh pengunjung adalah patung Buddha Maitreya. Dipercaya, mereka yang menyentuh tubuh patung ini seperti kepala dan perutnya, bisa memperoleh rezeki nantinya.
Bersambung




Rabu, 17 Juni 2009

Selamat Datang Anakku


Pada tanggal 15 Maret 2009 istriku tercinta telah melahirkan putraku melalui operasi caecar, dengan berat 29,5 ons dan panjang 49 cm. Dia adalah anak ketiga dari tiga bersaudara dan memang diluar program (kebobolan) namun Alhamdulillah Allah masih memberikn kepercayaan pada kami untuk memelihara 1 umatnya (Insya Allah) lagi. Dengan berbesar hati dia kuberi nama Muhammad Rafiq Harry Pujianto, dengan harapan dia akan meneladani Rasulullah SAW.

Kamis, 30 April 2009

Jambore

Hary Pujianto dan Supririyadi di depan tenda regu Melati



Supri Riyadi dan Hary Pujianto didepan tenda regu Melati


Hary Pujianto dan Sumadi di depan tenda regu Singa laut.


Tepat di akhir bulan Juli 2010, Regu Inti dari Gugusdepan Cik Di Tiro dan Cur Nyak Dien yaitu Regu Singa Laut dan Regu Melati menghabiskan weekend nya di Bumi Perkemahan Cibubur Jakarta Timur dalam rangka mengikuti kegiatan yang diadakan oleh Kwartir Cabang Jakarta Pusat, yaitu Jambore Cabang Kwartir Cabang Jakarta Pusat 2010.
Kedua regu tersebut di campingi oleh 4 pembina putra dan 2 pembina puteri yaitu:
Kanda Supri, Kanda Faizin, Kanda Sumadi, Kanda Hary, Yunda Ayu, dan Yunda Chusnul.

Kegiatan ini diikuti oleh 5 Kawartir Ranting dari 8 Kwartir Ranting yang ada di Jakarta Pusat, yaitu Kwartir Ranting Senen, Kwartir Ranting Gambir, Kwartir Ranting Johar Baru, Kwartir Ranting Tanah Abang dan Kwartir Ranting Menteng dengan Total peserta 100 Regu atau + 1000 peserta.

Dalam kegiatan ini Gugusdepan Dhanapala mendapat kehormatan untuk menjadi Petugas upacara untuk upacara pembukaan dan upacara penutupan.
"Kami sudah berlatih untuk menjadi petugas upacara ini selama seminggu sebelum kegiatan agar bisa tampil maksimal dan tidak mengecewakan kwartir cabang", terang Fiqih Chandra yang ditunjuk untuk menjadi pemimpin upacara.
Seperti halnya kegiatan Jambore, pada Jambore Cabang Kwartir Jakarta Pusat kali ini juga banyak kegiatan-kegiatan yang diikuti oleh peserta yaitu wall climbing dan raffling, permainan rakyat, juga kegiatan yang menumbuhkan kretivitas peserta seperti batik jumputan, daur ulang kertas, dan origami.
Begitupun dengan Seni budaya, pada malam terakhir diadakan kegiatan pentas seni dan budaya dari masing-masing kwartir ranting.
Acara ini dibuka dan di tutup oleh Ketua Kwartir Cabang Jakarta Pusat yaitu Kak Yulizar G, kegiatan ini juga dihadiri oleh wakil dari Walikota Jakarta Pusat. S

Selesainya kegiatan ini mudah-mudahan membawa manfaat untuk peserta pada khususnya dan kepramukaan pada umumnya. Seperti motto kepanduan sedunia yaitu "Be Prepared", semoga dengan selesainya kegiatan ini kita tidak terus puas melainkan tetap bersiap untuk kegiatan kegiatan selanjutnya.

Hary Pujianto

Santai sejenak di ruang guru setelah mengikuti kegiatan senam bersama Santai sejenak di salah satu sudut rumah setelah aktifitas sehari-hari

Berulang kali latihan, masih ada aja guru yang merasa kesulitan menggunakan IT sebagai sarana pembelajaran.



Kamis, 23 April 2009

PSB di SDN Menteng 03

Bapak Januar sedang mengawasi seleksi PSB di SDN Menteng 03

Hary Pujianto Bersama Presiden Intel

Hary, Gita dan Vena sedang beraudiensi dengan Craigh Barret dalam acara e_Learning. Dalam Audiensi tersebut CRB menanyakan beberapa hala mengenai penggunaan CMPC dalam proses pembelajaran di SDN Menteng 03. Hary Pujianto sebagai guru memaparkan bahwa dengan memanfaatkan CMPC yang terkoneksi dengan Internet sangat membantu guru dalam mencari dan mengumpulkan bahan ajar sehingga bahan senantiasa up date. Gita dan Venna memberikan jawaban yang senada, bahwa dengan CMPC mereka bisa belajar dengan semangat yang tinggi selain bisa melakukan game secara on line.

Hary Pujianto sebagai anggota KPPS

Pemilu legislatif 2009 yang berlangsung pada tanggal 9 April yang lalu cukup meriah.
Kemeriahan ini terjadi karena banyaknya peserta pemilu baik partai maupun calon legislatifnya.
Pada masa kampanye, para caleg membuat team sukses di hampir setiap RT yang ada, dengan mengeluarkan uang beberapa ratus ribu para caleg tersebut mengharapkan team sukses dapat bekerja secara maksimal dikala pencontrengan nanti partai Gerindra yang cukup getol menyambangi warga mendapatkan hasil suara yang lumayan dibandingkan partai-partai lain yang asal ngikut pemilu aja. Hary Pujianto yang bertempat tinggal di RT 008 RW 04 Kelurahan Pondok Jaya, Pancoran Mas, Depok merasakan ramainya tawar menawar suara tersebut. Dari pencetakan kartu anggota tanpa persetujuan yang dibuatin sampai pengisian blangko untuk ansuransi jiwa. Hary yang mendapatkan tawaran untuk menjadi anggota team sukses di lingkungan menolak dengan halus. Hal ini dilakukan karena Hary Pujianto sendiri masih bingung dengan pilihan untuk pemilu nanti. Yang pasti Hary Pujianto memanfaatkan hak suaranya dengan sebaik-baiknya.

Senin, 20 April 2009

Hary Pujianto bersama Putri Pendidikan Indonesia


Hary Pujianto berfoto bersama dengan Putri Pendidikan yang sangat cantik bernama Amanda Pragita, dalam kegiatan Belajar Berdemokrasi di SDN Menteng 03.

Minggu, 05 April 2009

Hary Pujianto di Situ Patenggang


Naik Perahu di Situ Patenggang

Hary Pujianto Bersama Chaka


Sewaktu menyusun soal-soal UASBN di Jogyakarta, Hary Pujianto berkesempatan denagan finalis 4 besar Idola Cilik yang berasal dari DIY

Hary Pujianto sedang menularkan pengetahuannya mengenai pembelajaran berbasis IT ( e-Learning) kepada teman-teman sejawat.
dengan e-Learning pembelajaran bisa berjalan lebih Relevan, Efektif, Fleksibel dan Kontinyu.
Sumber belajar akan semakin luas dan dalam, tergantung pada kemampuan dan kemampuan siswa dalam menyerapnya.
Peranan guru juga sangat memmpengaruhi proses dan hasil dari pembelajaran berbasis IT ini. Guru tidak boleh menutup mata bahwa siswa ternyata satu langkah di depan guru dalam penguasaan IT. Siswa sudah sangat familiar dengan komputer yang rata-rata mereka memiliki sendiri di rumah sementara sebagian guru belum memilikinya. Bahkan ada sebagian guru yang merasa IT menjadi beban bagi mereka. Padahal kalau kita sudah menguasainya dengan baik kita akan bisa merasakan betapa besar peran IT dalam mensukseskan pendidikan. Kita akan selalu tertinggal jika tidak mau mengikuti perkembangan jaman digital ini.
Merupakan kemajuan besar bagi SDN Menteng 03 setelah melakukan kerja sama dengan Intel corporation dan Intel Education. Semua guru mempunyai kesempatan untuk maju dan berkembang bersama. Anak-anak pun mempunyai kesempatan yang cukup luas untuk memanfaatkan fasilitas yang dimiliki sekolah untuk mempermudah dalam mencari informasi dari dunia maya. IT MEMUDAHKAN KITA

SDN MENTENG 03 BERDEMOKRASI





































Pada awal bulan Maret SDN Menteng 03 bekerja sama dengan Koran Berani mengadakan hajatan yang cukup meriah, yaitu pendidikan berdemokrasi. Murid-murid diberi kesempatan untuk berperang aktif dalam alam demokrasi yang diterapkan di Indonesia. Ini merupakan terobosan baru di dunia pendidikan. Anak murid langsung belajar menjadi pemain dalam berdemokrasi. Bagaimana cara mendirikan partai, bagaimana cara berkampanye, bagaimana cara mengegolkan calonnya menjadi presiden, dan banyak hal lain lagi yang diperoleh siswa.

Selasa, 10 Februari 2009

My daughter and my wife

Mereka baru pulang dari sungai.

My Son



My son

His name is Taufik Ramadhan Hary Putra

Jumat, 06 Februari 2009

Harry Pujianto n' e-Learning

Hary Pujianto sedang mengajar berbasis IT dikunjungi oleh Menko Kesra, Mendiknas, dan Menristek.