Jumat, 15 Agustus 2008

Menteng 03 In Metro TV

Pada tanggal 15 Aguatus 2008, pembelajaran E-LEarning di SDN Menteng 03 diliput oleh Metro TV. Hary Pujianto, S.PD.SD sedang mengajar SAIN di kelas VI tentang Ciri Khusus Makhluk Hidup. Setelah anak-anak memperhatikan penjelasan guru dengan bantuan slide show, siswa mengerjakan LKS secara berkelompok. Siswa mencari materi dari internet untuk menyelesaikan LKS. Setelah selesai secara bergiliran, masing-masing kelompok dengan diwakili oleh salah satu siswa mempresentasikan hasil kerja kelompoknya. Kegiatan belajar berjalan dengan baik sebagaimana biasanya. Kegiatan ini akan ditayangkan pada tanggal 17 Agustus 2008 pukul 05.00-06.00

Kamis, 14 Agustus 2008

Hari Pramuka di SDN Menteng 03

SHari ini gugus depan yang berada di SDN Menteng 03 mengadakan upacara peringatan hari ulang tahu pramuka yang ke 47. Upacara yang berjalan dengan khidmad di bawah pimpinan Supri Riyadi, S.Pd.SD.
Upacara yang diikuti oleh kelompok siaga terap dan penggalang ramu berjalan dengan baik meskipun panas menyengat.
Supri riyadi selaku pembina upacara menekankan perlunya kedisiplinan sejak dini.
Kedisiplinan adalah sikap teguh terhadap aturan yang berlaku meskipun tanpa pengawasan.
Kedisiplinan merupakan sikap yang sudah banyak sekali ditinggalkan oleh anak bangsa Indonesia.
Ada yang menganggap bahwa kedisiplinan mengekang kebebasan.
Kami selaku pendidik di Sekolah Dasar senantiasa mengajarkan penerapan kedisiplinan dalm segala lini kehidupan. Pembiasaan hidup disi[lin semenjak dini akan berdampak cukup banyak dengan sikap manusia dewasa yang akan datang.
Pramuka adalah gerakan yang bertumpu pada sikap rela berkorban tabah dan berdisiplin.
Anggota pramuka diharapkan senantiasa menerapkan jiwa-jiwa kepramukaan dalam kehidupan sehari-hari.

Selasa, 12 Agustus 2008

KORUPSI DI KOPERASI SEKOLAH ?

Semenjak dibentuknya KPK di Indonesia, gerakan para koruptor semakin sempit saja. Kita bersyukur jika korupsi benar-benar terberantas dari muka bumi tercinta ini!
Tapi apa jadinya jika batasan korupsi tidak ada. Sebagai contoh, di sekolah kami memiliki sebuah koperasi yang sudah beroperasi berpuluh tahun lamanya. Tetapi hari ini kepala sekolah kami menyetop transaksi di koperasi sekolah karena adanya larangan penjualan buku. Yang koperasi sekolah kami persiapkan adalah keperluan sekolah semisal alat tulis. Dan kami melakukan itu untuk menerapkan salah satu kompetensi dasar tentang perekonomian.
Haruskah koperasi sekolah harus ditutup?
Tidak bolehkah koperasi mengambil keuntungan?
Koperasi memudahkan siswa dalam memenuhi kebutuhan sekolahnya. Kalaupun koperasi tidak ada, siswa akan semakin kerepotan untuk mencari alat tulis yang dibutuhkannya.
Kalau koperasi sekolah tidak diperkenankan mencari keuntungan, lantas bagaimana koperasi akan bisa membagikan SHU?
Bagaimana nih?

"E-Book" Sebuah Mimpi

Mulai tahun ajaran 2008-2009 Pemerintah menerapkan sebuah kebijakan yang sangat membagakan, yaitu penggunaan e-book sebagai pengganti buku cetakan. Sekolah-sekolah dilarang menyalurkan buku cetak yang dianggap sebagai bentuk pungutan liar. Sebenarnya sekolah menyalurkan buku adalah dengan tujuan mempermudah murid untuk mendapatkan buku yang harganyapun sama jika membeli ditoko buku. Buku yang dibeli secara bebas oleh orang tua di toko buku kadang-kadang tidak sama antara yang satu dengan yang lain. ini akan menimbulkan masalah baru dalam proses belajar mengajar di kelas. Guru, ketika menggunakan buku yang sama, akan lebih mudah memberikan tugas belajar siswa dirumah.
Kembali ke e-book.
Pemerintah terlalu memaksakan penggunaan e-book sementara sarana dan prasarana untuh mengunduhnya belum memadai.
Di Jakarta saja sebagai Ibu Kota Negara masih sebagian kecil sekolah (SD) yang sudah mengakses internet. Kalaupun ada unit PC sebagai sarana mengunduh juga sangat terbatas, belum lagi SDM guru yang masih rendah dalam penggunaan IT.
Bagaimana dengan daerah lain?
Belum lama (5Agustus 2008) Saya membawakan materi dalam sebuah workshop untuk Kepsek SMPN SSN se KalSel. Ternyata dari 175 Kepsek yang hadir, hanya sekitar 25 sekolah yang sudah ada jaringan internet. Mereka bertugas di SMPN SSN, Bagaimana dengan SDnya. Tanpa mengadakan penelitianpun kita bisa menyimpulkan bahwa hampir semua SDN di Makasar belum mengakses Internet. Makasar sebagai sebuah ibu kota dan kota besar, masih kurang kesempatan memanfaatkan IT, bagaimana dengan daerah lain?
Kalaupun pemerintah sudah mampu menyiapkan semua sarana dan prasarananya, proses mengunduhnya pun tidak semudah yang kita bayangkan. Waktu untuk mengunduhnya memakan waktu yang tidak sedikit, Hasil unduhan harus kita perbanyak dengan cara memphoto copy, membutuhkan ongkos yang tidak sedikit pula. Dan hasil Photo Copy jelas tidak sesempurna dengan buku cetak. Jadi E-book masihlah sebuah mimpi.
Jalan yang paling aman adalah Pemerintah mencetak buku, model buku paket seperti yang digunakan waktu tahun 70-80 an.

Kamis, 07 Agustus 2008

Workshop TIK di Makasar


Pada tanggal 5 Agustus 2008 aku diberi kesempatan oleh Intel Indonesia untuk menyampaikan pengalamanku dalam menerapkan Intel Teach dalam pembelajaran.

Aku menjadi salah satu pembicara selain 2 dari Acer dan 1 dari Microsoft Indonesia.

Workshop yang diadakan di Ruang Crisant dan Tulip hotel Clarion, Makasar.

Ada 176 peserta dari 250 undangan menyesaki dua ruangan yang disiapkan oleh panitia.

Peserta terdiri dari Kepala Sekolah dan guru TIK SMPN SSN se Sulawesi Selatan. Ini adalah pengalaman pertamaku menghadapi kepala sekolah SMP dan guru TIK SMP.

Sebagai guru SD aku sebenarnya sedikit kurang percaya diri jika harus berhadapan dengan mereka. Namun diluar dugaan, sambutan mereka sangat positif. Mereka tidak melihat siapa yang sedang berbicara tetapi apa yang sedang dibicarakan/disampaikan. Aku sangat respek dengan sikap mereka. Mereka antusias sekali mendengarkan pengalamanku dalam menerapkan Intel Teach dalam kegiatan pembelajaran sehari-hari. Mereka pun banyak bertanya tentang bagaimana penggunaan TIK dalam proses belajar mengajar. Workshop kali ini menjadi ajang diskusi yang cukup mengesankan bagi diriku.

Rabu, 06 Agustus 2008

E-Learning di SDN Menteng 03


Bangsa yang maju adalah bangsa yang selalu mencari dan mendapatkan informasi yang diperlukan untuk mendukung kemajuannya. Informasi akan dapat dengan mudah apabila kita menguasai teknologinya. Teknologi Informasi adalah suatu keharusan yang tidak boleh tidak dikuasai oleh bangsa yang ingin maju. Penguasaan akan TI tidak bisa begitu saja, tapi perlu pembelajaran dan pembiasaan. Orang yang sudah terbiasa menggunakan TI akan menggunakan kemampuan tersebut untuk menggali informasi yang diperlukan untuk meningkatkan mutu hidupnya.
Saya yang mengajar disebuah SD di Jakarta sudah membiasakan anak untuk menggunakan TI dalam pembelajaran yang disebut dengan E-Learning.
Kami menyiapkan 2 buah lab TI. Satu Lab Komputer dengan 40 unit PC dekstop dan 1 lagi Lab CPC (Colaboration PC) dengan 50 unit student notebook dan satu unit notebook.
Di Lab CPC sudah tersambung dengan jaringan internet dan dipancarkan secara wireless.
Ketika Proses Belajar Mengajar berlangsung setiap siswa menghadapi unit CPC yang sudah terhubung dengan teacher notebook.
Guru mengklik konsol Screen Brodcast sehingga tampilan di screen guru akan muncul di screen siswa. Guru menginformasikan materi pelajaran yang dilanjutkan dengan mengirimkan LKS melalui File Distribution. Anak mengerjakan LKS dalam bentuk power point, sehinnga akan memudahkan siswa dalam mempresentasikan hasil kerjanya. Ketika mengerjakan LKS siswa bisa membuka internet untuk memecahkan masalah yang ada pada LKS.Menggunakan konsol Student Demontration, siswa mempresentasikan hasil kerja kelompoknya. Selanjutnya siswa mengerjakan evaluasi menggunakan program Quiz and Test.