Mulai tahun ajaran 2008-2009 Pemerintah menerapkan sebuah kebijakan yang sangat membagakan, yaitu penggunaan e-book sebagai pengganti buku cetakan. Sekolah-sekolah dilarang menyalurkan buku cetak yang dianggap sebagai bentuk pungutan liar. Sebenarnya sekolah menyalurkan buku adalah dengan tujuan mempermudah murid untuk mendapatkan buku yang harganyapun sama jika membeli ditoko buku. Buku yang dibeli secara bebas oleh orang tua di toko buku kadang-kadang tidak sama antara yang satu dengan yang lain. ini akan menimbulkan masalah baru dalam proses belajar mengajar di kelas. Guru, ketika menggunakan buku yang sama, akan lebih mudah memberikan tugas belajar siswa dirumah.
Kembali ke e-book.
Pemerintah terlalu memaksakan penggunaan e-book sementara sarana dan prasarana untuh mengunduhnya belum memadai.
Di Jakarta saja sebagai Ibu Kota Negara masih sebagian kecil sekolah (SD) yang sudah mengakses internet. Kalaupun ada unit PC sebagai sarana mengunduh juga sangat terbatas, belum lagi SDM guru yang masih rendah dalam penggunaan IT.
Bagaimana dengan daerah lain?
Belum lama (5Agustus 2008) Saya membawakan materi dalam sebuah workshop untuk Kepsek SMPN SSN se KalSel. Ternyata dari 175 Kepsek yang hadir, hanya sekitar 25 sekolah yang sudah ada jaringan internet. Mereka bertugas di SMPN SSN, Bagaimana dengan SDnya. Tanpa mengadakan penelitianpun kita bisa menyimpulkan bahwa hampir semua SDN di Makasar belum mengakses Internet. Makasar sebagai sebuah ibu kota dan kota besar, masih kurang kesempatan memanfaatkan IT, bagaimana dengan daerah lain?
Kalaupun pemerintah sudah mampu menyiapkan semua sarana dan prasarananya, proses mengunduhnya pun tidak semudah yang kita bayangkan. Waktu untuk mengunduhnya memakan waktu yang tidak sedikit, Hasil unduhan harus kita perbanyak dengan cara memphoto copy, membutuhkan ongkos yang tidak sedikit pula. Dan hasil Photo Copy jelas tidak sesempurna dengan buku cetak. Jadi E-book masihlah sebuah mimpi.
Jalan yang paling aman adalah Pemerintah mencetak buku, model buku paket seperti yang digunakan waktu tahun 70-80 an.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar