IT, bagi sebagian besar guru SD di Indonesia masih sangat Gaptek, hal ini disebabkan program pendidikan Keguruan di Indonesia yang kurang inovatif. Pemegang kebijakan pendidikan wawasannya cukup sempit sehingga produk pendidikan yang dilahirkan kurang bisa menyesuaikan diri dengan kemajuan jaman.
Ini salah siapa?
Kesalahan bisa terjadi disemua lini. Pemerintah yang mlempem, Anggota masyarakat yang cuek serta pelaku pendidikan sendiri yang tidak ada kemauan untuk berbenah.
Apa akibatnya?
Indonesia semakin tercecer diurutan belakang dari negara-negara lain dalam hal pendidikan.
Banyak tercetak sarjana-sarjana made in Indonesia yang tidak berkemampuan sesuai gelarnya, sehingga tidak aneh jika seseorang bergelar Ir bekerja di bidang pendidikan sementara S.Sos. ada yang menjadi buruh pabrik.
Harusnya bagaimana?
Sadar.
Menyadari peran masing-masing sesuai kapasitasnya masing-masing .
Pemerintah harus membuat perencanaan yang matang dan berwawasan kedepan. Jangan hanya membuat program yang hanya bisa dinikmati untuk 10 tahun kedepan.
Bagaimana sebuah program yang disusun sehingga pendidikan senantiasa inovatif dan bisa menysuaikan dengan jaman sampai berpuluhtahun kalau perlu beratus tahun kedepan.
Masyarakat harus mengawasi pemerintah agar bekerja dengan baik sehingga terkontrol dengan baik.
Individu, dalam hal ini guru yang berkecimpung langsung di garda terdepan, jangan merasa puas sudah menggenggam gelar S.Pd. Guru harus mau terus mengembankan dirinya agar bisa menyesuaikan dengan perkembangan jaman. Majulah terus guru.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar